Walipos.com | Indonesia Lautan Dakwah

Jumat, 25 Juli 2014
Previous Selanjutnya
NU Luncurkan MyHalal NU Luncurkan MyHalal Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama melalui Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan meluncurkan My...
MPU Usut Ajaran Sesat, 25 Orang Diperiksa Polisi MPU Usut Ajaran Sesat, 25 Orang Diperiksa Polisi Ketua MPU Aceh, Drs Ghazali Mohammad Syam berharap masyarakat bersabar menunggu keputusan ...
Jokowi Unggul di  24 Provinsi Jokowi Unggul di 24 Provinsi Berdasarkan data di situs KPU serta rekapitulasi suara di 497 kabupaten/kota di 33 provins...
MP3I Minta Prabowo-Jokowi Bahu-Membahu Bangun Bangsa MP3I Minta Prabowo-Jokowi Bahu-Membahu Bangun Bangsa Di tengah Pilpres 2014 yang ditingkahi dengan kompetisi menegangkan selama kurun April-Jul...
Israel Makin Brutal Israel Makin Brutal Untuk mengakhiri konflik kebrutalan penjajah Israel, Sekjen PBB Ban Ki-moo bertolak ke  Ti...
PBNU: Nahdliyin Harus Tenang dan Santun Menghadapi Pengumuman 22 Juli PBNU: Nahdliyin Harus Tenang dan Santun Menghadapi Pengumuman 22 Juli Masyarakat Indonesia harus pandai-pandai menunjukkan rasa syukur atas berkah kedamaian yan...

    Pasca Rusuh Jember, TNI dan Polri Perketat Keamanan

      Hingga saat ini aparat kepolisian dan TNI mengamankan Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pasca  kerusuhan yang terjadi pada rabu siang kemarin.

      Ada delapan satuan setingkat kompi dan Sabhara Polda, dan 4 satuan setingkat kompi dari TNI disiagakan penuh. Para petugas ini ditempatkan di Puger sampai situasi aman terkendali.

      Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, menyatakan tak akan  memberlakukan  siaga satu. “Tapi kekuatan penuh di sini. Tadi kami rapatkan dua kompi dari Probolinggo dan Situbondo, dan dua kompi dari Surabaya dalmas (pengendalian massa), dan dari TNI juga," katanya

      Hingga dini hari tadi aparat  polisi bersenjatakan laras panjang disiagakan di  sejumlah titik di Puger, terutama di Pondok Pesantren Darus Sholihin, Desa Puger Kulon, yang menjadi sasaran kemarahan massa.

      Situasi desa juga lengang. Namun beberapa orang warga datang ke ponpes untuk melihat suasana terakhir pasca penyerangan. Tampak tiga bangkai sepeda motor yang dibakar masih belum diangkut dari halaman ponpes. Sementara kondisi  masjid di ponpes mengalami kerusakan. Beduk jebol. Kaca-kaca hancur. Mimbar tempat imam berceramah pun juga ambruk.

      Tragedi rusuh massa ini berawal dari Pondok Pesantren Darus Sholihin yang diasuh Habib Ali mengadakan karnaval peringatan HUT Kemerdekaan RI, di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (11/9/2013).

      Karnaval itu sempat dilarang oleh aparat pemerintah kecamatan. Bahkan tidak memiliki izin dari kepolisian. Namun karnaval tetap diselenggarakan .

      Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyesalkan aksi anarkis warga di Ponpes Darus Sholihin, Puger, Jember yang memakan korban jiwa. Ia mengimbau masyarakat bisa menahan diri dan tidak terpancing.

      “Sebenarnya potensi kerawanan sudah dideteksi dari awal, tapi karena ada yang maksa, akhirnya terjadi,” kata Saifullah Yusuf kepada wartawan, kemarin.

      "Saya minta masyarakat bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang memperkeruh suasana," imbuh Gus Ipul.

      Gus Ipul mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengendalikan situasi. Ia menyerahkan pada aparat keamanan untuk menyelesaikan kasus tersebut.

      Seperti diberitakan sebelumnya, rusuh Jember ini telah menelan korban jiwa. Menurut  Ketua PCNU Kencong, Jember KH Hasyim Wafir, Eko Mardi (27), warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabubaten Jember, korban tewas pascabentrokan adalah saksi kunci kerusuhan pertama.

       

        • Dibaca: 339 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info