Walipos.com | Indonesia Lautan Dakwah

Kamis, 24 April 2014
Previous Selanjutnya
IPPNU Protes Pelarangan Jilbab di Bali IPPNU Protes Pelarangan Jilbab di Bali Sedikitnya 300 pelajar yang tergabung dalam aliansi pelajar-mahasiswa Indonesia menggelar ...
Sekjen FUI : Syiah Bisa Diatasi dengan Kekuatan Politik Sekjen FUI : Syiah Bisa Diatasi dengan Kekuatan Politik Melarang Syiah harus dengan kekuatan politik. Demikian ditegaskan ketua Majelis Ulama Indo...
Koalisi Partai Islam Amanah Umat Islam Koalisi Partai Islam Amanah Umat Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Ukhuwah Islam (FUI), Senin (21/4) mendeklrasikan s...
Din Syamsuddin: Islam Mengajarkan Kita Untuk Optimis Din Syamsuddin: Islam Mengajarkan Kita Untuk Optimis Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin meminta Polri dan TNI tetap menjaga...
Koalisi Poros Tengah Ancam 3 Capres Unggulan Koalisi Poros Tengah Ancam 3 Capres Unggulan Sekretaris Fraksi PP, Arwani Thomafi mengatakan pihaknya membuka diri jika memang partai p...
Partai Islam Makin Didukung Publik Kecuali PKS Partai Islam Makin Didukung Publik Kecuali PKS Masyarakat dan umat Islam tak sedikit yang mengeluhkan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PK...

    Pasca Rusuh Jember, TNI dan Polri Perketat Keamanan

      Hingga saat ini aparat kepolisian dan TNI mengamankan Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pasca  kerusuhan yang terjadi pada rabu siang kemarin.

      Ada delapan satuan setingkat kompi dan Sabhara Polda, dan 4 satuan setingkat kompi dari TNI disiagakan penuh. Para petugas ini ditempatkan di Puger sampai situasi aman terkendali.

      Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, menyatakan tak akan  memberlakukan  siaga satu. “Tapi kekuatan penuh di sini. Tadi kami rapatkan dua kompi dari Probolinggo dan Situbondo, dan dua kompi dari Surabaya dalmas (pengendalian massa), dan dari TNI juga," katanya

      Hingga dini hari tadi aparat  polisi bersenjatakan laras panjang disiagakan di  sejumlah titik di Puger, terutama di Pondok Pesantren Darus Sholihin, Desa Puger Kulon, yang menjadi sasaran kemarahan massa.

      Situasi desa juga lengang. Namun beberapa orang warga datang ke ponpes untuk melihat suasana terakhir pasca penyerangan. Tampak tiga bangkai sepeda motor yang dibakar masih belum diangkut dari halaman ponpes. Sementara kondisi  masjid di ponpes mengalami kerusakan. Beduk jebol. Kaca-kaca hancur. Mimbar tempat imam berceramah pun juga ambruk.

      Tragedi rusuh massa ini berawal dari Pondok Pesantren Darus Sholihin yang diasuh Habib Ali mengadakan karnaval peringatan HUT Kemerdekaan RI, di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (11/9/2013).

      Karnaval itu sempat dilarang oleh aparat pemerintah kecamatan. Bahkan tidak memiliki izin dari kepolisian. Namun karnaval tetap diselenggarakan .

      Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyesalkan aksi anarkis warga di Ponpes Darus Sholihin, Puger, Jember yang memakan korban jiwa. Ia mengimbau masyarakat bisa menahan diri dan tidak terpancing.

      “Sebenarnya potensi kerawanan sudah dideteksi dari awal, tapi karena ada yang maksa, akhirnya terjadi,” kata Saifullah Yusuf kepada wartawan, kemarin.

      "Saya minta masyarakat bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang memperkeruh suasana," imbuh Gus Ipul.

      Gus Ipul mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengendalikan situasi. Ia menyerahkan pada aparat keamanan untuk menyelesaikan kasus tersebut.

      Seperti diberitakan sebelumnya, rusuh Jember ini telah menelan korban jiwa. Menurut  Ketua PCNU Kencong, Jember KH Hasyim Wafir, Eko Mardi (27), warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabubaten Jember, korban tewas pascabentrokan adalah saksi kunci kerusuhan pertama.

       

        • Dibaca: 280 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info